Rabu, 17 Juni 2015

Tebing Keraton - Bandung


Tempat yang tinggi di puncak bukit dan berhawa dingin diantara lembah dan jurang, inilah Tebing Keraton.
Tebing yang dipagari bukit dan dialasi jurang ekstrim ini bernama asli "Tebing Karaton" yang artinya keindahan alam namun masyarakat lebih mudah menyebutnya dengan nama Tebing Keraton. Di atas tebing ini pemandangannya benar-benar sangat berbeda, saya dapat menyaksikan kota Bandung dari atas tebing ini apalagi bila pagi atau sore hari ketika mataharai terbit atau terbenam dengan langit yang begitu indah menambah pesona tempat ini. Dijamin bisa ambil foto yang sangat bagus dan keren....!!!

Obyek wisata ini benar-benar masih alami dan belum banyak yang tau. Tempat wisata masih dikelola oleh pemuda karang taruna setempat sehingga akses jalan menuju ke lokasi ini masih belum bagus. Masih belum banyak fasilitas di tempat ini hanya jajaran warung-warung sederhana dan tempat parkir yang lumayan luas, toilet masih sederhana karena tempat wisata ini baru dibuka sekitar bulan Mei 2014 dan tiket masuknya sekitar Rp.11,000 per orang, tapi kalau bicara soal pemandangan wooow..... mengagumkan...!! 
Jika anda senang berpetualang dengan wisata alam, tempat ini sangat cocok dan indah, tapi sebaiknya tidak membawa anak kecil karena selain jalan berliku-liku, jurangnya cukup curam.

Akses jalan menuju ke lokasi ini berliku-liku dan sangat curam untuk itu harap berhati-hati pada waktu berkendara. Karena belum ada kendaraan umum yang mencapai lokasi ini, maka anda bisa memakai jasa ojeg yang banyak dijumpai di sekitar Taman Hutan Raya.
Cara menuju ke Tebing Keraton dari jalan Juanda atau Dago, Bandung sebagai berikut:
  1. Dari McD Simpang Dago lurus terus ke arah Sheraton sampai melewati Dago Tea House dan Terminal Dago.
  2. Tidak jauh dari Terminal Dago, ada jalan bercabang. Yang ke kiri menuju Dago Giri, yang ke kanan ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  3. Dari sana beberapa ratus meter ada cabang lagi. Yang kiri ke Dago Bengkok. Yang kanan masih ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  4. Beberapa ratus meter dari sana, dekat Indomaret di sisi kiri jalan, ada belokan ke kiri ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. BELOK KIRI.
  5. Jalanan menanjak beberapa ratus meter, di sebelah kiri ada gerbang masuk dan tempat parkir luas untuk Tahura, masih lurus terus.
  6. Tidak jauh dari sana ada jalan bercabang di dekat warung. Jalanan ke kanan ada tulisan Bukit Pakar Utara. BELOK KANAN.
  7. Dari sini jalanan makin menanjak dan kondisinya rusak sekali. Aspalnya sudah banyak yang habis sehingga permukaannya berbatu-batu. Jalanan akan melewati hutan di sisi kiri. Terus sampai ada cabang. AMBIL YANG KIRI. Di sana ada papan sementara yang bertuliskan ‘Tebing Keraton’ serta anak panah ke kiri.
  8. Di sini juga jalanannya rusak. Buat yang suka bersepeda mungkin tahu yang namanya Warung Bandrek, di sana banyak cyclist yang suka kumpul-kumpul. Sudah sampai? Oh… belum!
  9. Dari sana jalan terus, di kanan mulai tampak pemandangan bukit-bukit hijau serta rumah-rumah di lereng bukit. Tak berapa lama kemudian akan tampak pemukiman warga. Jalanan akan terlihat berbelok ke kanan, ikuti jalan terus sampai habis pemukiman warga.
  10. Tidak jauh dari sana ada belokan ke kiri yang agak curam. BELOK KIRI. Di belokan itu ada papan penunjuk sementara.
  11. Hanya sekitar 100 meter terakhir, jalanan sangat curam dan berbatu-batu. Tak lama kemudian ada warung di sebelah kanan dan di sisi kiri banyak deretan motor yang diparkir. Sudah sampai? Iya….motornya harus diparkir di sana. Terus Tebing Keraton-nya di mana?
  12. Sesudah parkir, jalan ke arah bukit di bawah.

Ingin tantangan dengan keindahan alami, ikutan yuuuk kesini...!!!





Kamis, 11 Juni 2015

Kampung Labasan - Yogyakarta

courtesy by labasan resort

Indonesia merupakan surga bagi para pelancong yang menyukai wisata alam. 
Kali ini jika anda ingin menikmati wisata edukasi sambil merasakan suasana budaya Indonesia asli dengan pemandangan indah berlatar belakang gunung Merapi, dikelilingi sawah, kebun sayur mayur dan semak belukar khas daerah tropis serta melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat menarik seperti belajar menanam padi, berkebun sayur mayur organik, membajag sawah, menanam bunga anggrek, anyelir dll., menangkap ikan di sungai,  belajar memasak ala jawa, belajar mengenal dan menghargai lingkungan dengan bersepeda keliling desa, belajar menari tradisional Jawa dan masih banyak kegiatan lainnya maka disinilah tempatnya,  Kampung Labasan...!!!
courtesy by labasan resort
Pada waktu saya berkunjung ke tempat ini saya menginap di sebuah resort yang bernama Kampung Labasan Tropical Resort & Restaurant. Tempatnya sangat nyaman, teduh, pemandangan indah dan udaranya segar. Fasilitas resort yang bagus dan bersih, membuat saya semakin betah berada ditempat ini. Bila malam tiba terdengar gemericik suara air sungai dan nyanyian kodok serta jangkrik melengkapi suasana pedesaan murni.

Resort yang beralamat di dusun Paraksari, desa Pakem Binangun, jalan Kaliurang km.17, Yogyakarta atau tepatnya 300 meter dari pasar Pakem ini selain menyediakan kuliner khas jawa kuno seperti tumis pakis, lodeh manggar kelapa, bacem tempe dll. juga menyediakan paket liburan seperti paket rapat, paket gathering, paket ulang tahun, paket pernikahan atau paket liburan. Sedangkan kegiatan yang ditawarkan bermacam-macam seperti "Organic Farming" (berkebun sayuran organik), "Herbal Park" (berkebun tanaman obat-obatan), "Agricultural Cultivation" (budidaya tanaman), "Traditional Cooking Class" (belajar memasak tradisional), "Movie Making" (cara membuat film), "Traditional Performance" (pertunjukan tradisional) atau yang tak kalah menariknya kegiatan outdoor seperti bersepeda mengelilingi desa, membajag sawah, menangkap ikan di sungai dll. Sungguh sangat menyenangkan pada waktu saya berlibur bersama rombongan keluarga.

courtesy by kompasiana
Untuk menuju Kampung Labasan tropical resort dapat melalui beberapa jalan dan moda transportasi sebagai berikut :
Dari Bandara Adisucipto, stasiun kereta api Tugu atau terminal bis Giwangan, berjalanlah menuju arah Ringroad Utara yang selanjutnya melalui jalan Kaliurang. Dari perempatan jalan Kaliurang-Ringroad Utara, Anda berjalan menuju Utara arah Kaliurang sejauh 12 Km. Setibanya Anda di perempatan lampu merah kota kecamatan Pakem, Anda jangan merjalan menuju Kaliurang, tapi ambillah jalur ke Barat (kiri) dimana jalan akan berkelok ke arah Utara sejauh 200 m, dan Anda akan bertemu dengan Jalan Pakem-Turi. Pada pertigaan tersebut ambil jalan ke arah Barat (kiri) sejauh 50 m dan Anda akan melihat Neon Box Kampung Labasan tropical resort disisi Selatan (kiri) jalan yang menunjuk arah masuk ke arah Utara (kanan) sejauh 200 m. Dan sampailah Anda di Kampung Labasan tropical resort yang berada ditengah persawahan dengan posisi mengantong di sisi Barat (kiri) jalan. Moda transportasi dari kota Yogyakarta ke kota kecamatan Pakem dapat menggunakan bis jurusan Jogja-Kaliurang dan berhenti di pasar Pakem yang hanya berjarak 500 m dari Kampung Labasan tropical resort. Selain bus, Anda dapat menuju Kampung Labasan tropical resort menggunakan kendaraan taksi yang banyak melayani transportasi ke wilayah Utara Yogyakarta.
Dari kota Semarang, Magelang atau kota lainnya dipesisir Utara pulau Jawa, Anda akan masuk ke Yogyakarta melalui kota Muntilan. Dari kota Muntilan Anda menuju Yogyakarta melalui jembatan Kali Krasak kecamatan Tempel. Selepas jembatan Kali Krasak terdapat jalan ke Utara (kiri) menuju kota kecamatan Turi, ikutilah jalan kabupaten tersebut menuju kota kecamatan Turi dan selanjutnya teruskan perjalanan menuju kota kecamatan Pakem melaui pertigaan Pulowatu. Dari pertigaan Pulowatu, Anda berjalan menuju kota kecamatan Pakem melalui jalan Pakem-Turi yang berjarak sekitar 2,5 Km. Dan ketika Anda telah melewati Restoran Pakem Sari, turunkan kecepatan kendaraan, dan 150 m kedepan, lihatlah sisi Selatan (kanan) jalan, diasana terdapat Neon Box Kampung Labasan tropical resort yang menunjuk masuk ke arah Utara (kiri) sejauh 200 m. Dan sampailah Anda di Kampung Labasan tropical resort yang berada ditengah persawahan dengan posisi mengantong di sisi Barat (kiri) jalan. Jarak pertigaan jalan selepas jembatan kali Krasak-Kampung Labasan tropical resort sekitar 10 Km.

courtesy by labasan resort

Ingin liburan anda penuh warna...?   Bisa dicoba liburan kesini, silahkan menghubungi nomor kontak sbb:
Telp. or Fax : +62 274 895896
Email:  kampunglabasanresort@gmail.com


Senin, 08 Juni 2015

Goa Jatijajar - Gombong, Jawa Tengah


copy dari wikipedia

Goa Jatijajar terletak di desa Jatijajar, kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Jika anda ingin berwisata ke tempat ini ikuti jalur mudik selatan dari arah Yogyakarta ke Bandung hingga Gombong. Sekitar 8 km dari Gombong ke arah Bandung terdapat pertigaan dengan papan petunjuk seperti gapura di sebelah kiri jalan menuju ke arah pantai Ayah, ikuti jalur arah ke pantai Ayah hingga sekitar 21 km dari pertigaan tersebut terdapat petunjuk arah ke Goa Jatijajar.
Jika anda ingin berwisata ke tempat ini ikuti jalur mudik selatan dari bandung ke arah Jogja atau sebaliknya, jika sampai di pertigaan Gombong belok ke arah Pantai Ayah, sekitar 21 Km dari pertigaan tsb. ke arah selatan anda dapat menemui objek wisata ini. Gua alam yang kental dengan budaya jawa ini konon katanya tempat persembunyian Raden Kamandaka yang terkenal dengan ceritera legenda Lutung Kesarung. Dari pintu gerbang sampai ke gua tersebut saya harus menapaki tangga yang jumlahnya lebih dari seratus sehingga cukup menguras stamina dan harus benar2 fit. Di dalam gua saya melihat banyak stalaktit sebagaimana gua2 yang lain tapi disini terdapat banyak patung2 buatan manusia yang menceriterakan legenda lutung kesarung. Jalan setapak melalui tangga untuk menyusuri gua ini cukup licin sehingga saya harus benar2 hati2. Tempat kuliner berjajar didepan pintu keluar dan saya selalu makan pecel ditambah mendoan dan minum dawet ayu khas daerah ini sambil melepas lelah.
Goa alam di pesisir pantai selatan dengan panjang sekitar 250 meter lebar lorong pejalan kaki sebesar 15 meter dan tinggi 12 meter ini menurut ceritera dahulu menjadi tempat persembunyian Raden Kamandaka yang terkenal dengan Legenda Lutung Kesarung, maka dari itu di dalam goa ini banyak terdapat patung2 buatan yang diletakkan untuk menceriterakan kisah legenda tersebut. Obyek wisata ini sudah dikelola dengan baik, rapi dan bersih dengan fasilitas yang lengkap seperti kolam renang, toilet, warung2 dan tempat penjualan souvenir yang tertata rapi.

Dari tempat penjualan tiket hingga ke mulut goa saya harus menapaki puluhan anak tangga yang mengitari lokasi wisata ini. Indah memang tapi cukup menguras tenaga. Didalam goa sudah terdapat penerangan lampu dan jalanan beton yang kokoh dengan pagar sebagai tempat pegangan karena sepanjang perjalanan agak licin. Sekitar 50 meter dari mulut goa terdapat lubang di langit2 goa sehingga sinar matahari dapat menembus ke dalam goa dan memancarkan sinarnya dengan indah sekali.

Setelah letih menyusuri goa, saya melihat banyak sekali warung berjajar rapi di depan pintu keluar goa yang menjajakan lotek (pecel), dawet, mendoan, kelapa muda, cincau dll. 
Hm.... nikmat betuuul beristirahat di tempat teduh ini sambil menikmati kuliner khas Gombong.

Perjalanan mudik anda jadi mengesankan jika mampir ke tempat ini.



Sabtu, 06 Juni 2015

Benteng Van der Wijck - Gombong, Jawa Tengah



Begitu mendengar nama Van der Wijck pasti terbayang jaman penjajahan Belanda. Benar sekali...!!!. 
Benteng ini dibangun oleh Van der Wijck, seorang perwira Belanda yang bertugas di Jawa Tengan pada tahun 1818 sebagai benteng pertahanan Hindia Belanda yang berlokasi sekitar 4 km ke utara kota Gombong, atau 35 km sebelah barat kota Kebumen, Jawa Tengah. Alamat lengkapnya adalah jalan Sapta Marga, desa Sedayu, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (di dalam kompleks sekolah calon Tamtama A). Obyek ini bisa menjadi alternatif kunjungan wisata jika anda sedang berada di Jawa Tengah. Benteng berlantai dua setinggi 10 meter, setebal 1,4 meter, dan seluas 7.168 meter persegi dengan 16 ruangan besar dan 27 ruangan kecil yang masih kokoh terawat rapi dan bersih ini sudah beberapa kali berganti fungsi, yaitu dari benteng pertahanan Hindia Belanda, kemudian menjadi penjara bagi para pengikut Diponegoro, lalu menjadi tempat persembunyian PKI dan kini dilestarikan oleh Pemda setempat menjadi tempat kunjungan wisata sejarah. Benteng ini juga menjadi lokasi tempat shooting  film "The Raid" yang terkenal itu.

Pada waktu saya berkunjung ke tempat ini, saya sempat menumpang kereta wisata berkeliling lokasi dan berhenti sekitar 30 menit didalam benteng untuk melihat-lihat ruangan dan sisi benteng serta berfoto. Bagus, bersih, rapi dan teratur namun ada sedikit kesan mistis didalamnya mengingat beberapa ruangannya adalah bekas penjara dan tempat penyiksaan para pengikut pangeran Diponegoro pada waktu itu. Secara keseluruhan saya sangat terkesan dengan obyek ini dan salut kepada pengelola yang telah menjaga lokasi ini tetap bersih dan rapi.
 
Banyak sekali fasilitas yang terdapat di lokasi wisata ini antara lain kereta wisata yang akan membawa wisatawan mengelilingi lokasi wisata, kolam renang & water boom, taman bermain anak2, kantin2 yang berjajar tertata rapi dan bersih, danau kecil untuk sekedar duduk2 melepas lelah, dan di pintu keluar terdapat banyak sekali penjaja makanan dan souvenir seperti tempat wisata pada umumnya.

 

Untuk menuju ke lokasi ini, saya menyusuri jalur selatan, setelah sampai Gombong ikuti terus ke arah Kebumen hingga menemukan papan petunjuk ke arah Benteng Van der Wijck lalu ikuti terus jalan tersebut sesuai petunjuk arah.

Biaya masuk ke obyek wisata ini cukup membayar retribusi sebesar Rp.2,000 per orang dan tiket kereta wisata sebesar Rp.5,000 per orang. Nggak bikin kantong bolong koq......!!

Bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan hubungi telpon, email atau website dibawah ini.
Telp.: +62 287 473 460
Fax.: +62 287-471 861
Website : www.pariwisata.go.id
Email : parsenibud@kebumen.go.id
Jam Buka: Setiap hari jam 08.00 – 16.00

Jumat, 05 Juni 2015

Sendratari Ramayana Prambanan


Bosan liburan ke Yogyakarta dengan obyek wisata yang itu-itu saja.....?!
Ya, bagi mereka yang sudah beberapa kali ke Yogyakarta pasti ingin sesuatu yang berbeda karena bosan dengan tujuan wisata yang "mainstream" seperti Malioboro, Keraton, Borobudur dan Parangtritis. Atraksi menarik yang satu ini bisa dijadikan alternatif kunjungan wisata anda. Memang belum banyak yang mengetahui atraksi ini tapi ironisnya justru atraksi ini banyak dikunjungi oleh wisatawan asing.


Bertempat di panggung terbuka ("open air") yang sangat luas dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah, disitulah atraksi Sendratari Ramaya atau sering disebut "Ramayana Ballet Dance" digelar dengan sangat mempesona, eksotis, kolosal dan megah sehingga menciptakan kesan yang berbeda, apalagi pada saat bulan purnama memancar dan tersenyum di puncak candi yang menjulang tinggi, wooow.... indahnya sulit dilukiskan dengan kata-kata.


Kisah Ramayana yang menceriterakan drama percintaan Prabu Rama dan Dewi Shinta sudah sering didengar tapi di tempat ini ceritera tersebut dikemas dalam bentuk yang sangat menarik untuk ditonton, baik segi teknik "lighting", kostum maupun teknik tariannya itu sendiri, bahkan pada waktu adegan "Hanoman Obong" (Hanoman dibakar) mereka benar2 membakarnya hingga rumah jeraminya yang dijadikan sebagai istana terbakar habis, Kereeen....!!!



Untuk dapat menikmati atraksi ini saya harus membayar tiket lumayan mahal tapi sebanding dengan apa yang didapat. Selain atraksi yang eksotis, saya juga dapat menikmati hidangan khas Yogyakarta sebagai acara makan malam yang disuguhkan dengan cara prasmanan atau "buffet" sambil memandang indahnya candi Prambanan di waktu malam yang diterangi lampu2 dihiasi taman tropis yang ditata begitu cantik dan semilir angin segar menambah suasana tambah romantis.

Panggung tersebut di alam terbuka maka atraksi ini sangat tergantung pada cuaca, sehingga hanya pentas di musim kemarau saja (atraksi ditutup pada musim hujan). Untuk referensi anda, berikut saya sampaikan jadwal atraksi dan harga tiket tahun 2015.
  • Mei 2015: 2, 5, 7, 9, 12, 14, 16, 19, 21, 23, 26, 28, 29, 30, 31
  • Juni 2015:  1, 2, 4, 6, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30,
  • Juli 2015:   2, 4, 7, 9, 11, 14, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 28, 30, 31
  • Agustus 2015:   1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31
  • September 2015:   1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29
  • Oktober 2015:   1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 17, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 29, 31
* 18 – 25 Juli : pertunjukan setiap hari ada karena liburan Idul Fitri
* Beberapa hari berurutan juga dilaksanakan setiap hari.

Harga tiket open teater / teater terbuka
  • VIP class seating          IDR 375.000
  • Special class seating     IDR 250.000
  • First class seating         IDR 175.000
  • Second class seating    IDR 100.000
Note:
  • Sebelum acara dimulai diharapkan sudah menempai tempat duduk yang disediakan.
  • Pembelian tiket bisa dilayani secara langsung di tiketing
  • Makan malam prasmanan (Dinner Buffet) dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.150,000
Alamat Teater Ramayana Ballet
Jl. Raya Yogya – Solo Km. 16 Prambanan Yogyakarta


Informasi
+62 274 496 408
0817 042 6908 (Mr Sunardi)
0857 2929 1087 (Ms Wati)

Formasi tempat duduk
 Note::
A: VIP                 
B: SPECIAL         
C: FIRST Class              
D: SECOND Class
E-F: STUDENT Area
G: Pintu Masuk Penonton
H-I: Pintu Masuk Pemain
J:  Gamelan

Kamis, 04 Juni 2015

Pantai Indrayanti


Wow...... Indahnya......!!! pasti itulah kata pertama yang keluar sewaktu tiba di pantai Indrayanti.
Penyebutan nama pantai Indrayanti adalah bukan nama yang sebenarnya melainkan nama sebuah restoran atau cafe yang terletak persis di depan pantai dengan papan nama yang besar dan sangat mencolok diantara pohon2 pandan pantai yang tertata apik dan indah sehingga siapapun pasti akan melihat atau menengok ke arah ini. Adapun nama sebenarnya yang diberikan pemerintah adalah Pantai Pulang Syawal namun nama ini kurang populer karena susah di ingat sehingga masyarakat lebih mudah menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti.


Pintu masuk ke restoran Indrayanti sangat apik dan dapat langsung menembus ke pantai sehingga masyarakat sering terkecoh dengan jalan masuk yang seharusnya dimana hanya berupa gang kecil dengan papan nama seadanya. Tak heran jika wisatawan lebih memilih melalui pintu gerbang restoran dibanding pintu masuk yang seharusnya. Selain penataan dan "landscape" yang bagus dari restoran ini, juga terdapat fasilitas yang lengkap dan banyak "gazebo" untuk duduk2 bersantai sambil menikmati kuliner yang bisa dimasak dihadapan anda. Luar baisa memang.....!!! maka dari itulah nama Indrayanti lebih populer dari nama Pulang Syawal.



Apabila anda memasuki pantai ini melalui pintu restoran, anda akan mendapati pemandangan yang sangat rapi dan cantik dengan jajaran payung2 pantai serta "gazebo" yang ditata rapih dan menarik. Disebelah kiri pantai terdapat sebuah bukit karang yang menjorok kelaut ditumbuhi semak belukar bagaikan gundukan pulau terpisah. Apabila anda mempunyai cukup waktu untuk menaiki bukit karang ini maka anda akan disuguhi pemandandangan yang luar biasa dari atas bukit yaitu perbatasan pantai dengan Samudra Hindia yang begitu luas dengan burung2 camar, elang beterbangan diatas permukaan laut biru. Disisi kanan pantai terdapat batu hitam yang berdiri kokoh dengan lubang eksotis disisinya tanpa ada tumbuhan yang menutupinya. Ironis sekali memang, jika anda memasuki pantai ini melalui jalan masuk yang seharusnya (fasilitas dari pemerintah) maka anda hanya menjumpai sebuah pantai berpasir putih yang luas, namun jika menjelang sore hari maka pantai ini menjadi sangat indah dengan pemandangan matahari tenggelam ("sunset").


Banyak fasilitas penginapan, villa dan lainnya yang bisa ditemui di lokasi ini. Sekalipun demikian anda tetap harus memesan atau membuat reservasi jauh hari sebelumnya karena sering kali fasilitas yang sebanyak itu selalu saja penuh, apalagi di musim liburan.

Lokasi pantai ini masih di daerah Gunung Kidul yaitu di sebelah timur pantai Sundak, di desa Tepus kecamatan Wonosari, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai ini agak jauh bila anda dari arah Yogyakarta sehingga untuk menuju ke lokasi ini bisa memakan waktu sampai 5 jam dari Yogyakarta. 







Rabu, 03 Juni 2015

Pantai Kukup - Gunung Kidul


Banyak orang yang mengatakan bahwa pantai ini sangat mirip dengan Tanah Lot, di Bali. Benar sekali pendapat banyak orang mengenai pantai Kukup yaitu sebuah pantai dengan pasir putih yang terhampar bagaikan sutra menjadi alas dari sebuah pulau mungil yang cantik tersungging di bibir pantai yang bernama Pulau Jumino. Untuk mencapai puncak pulau ini ada jembatan sangat bagus yang menghubungkan pantai Kukup dengan pulau Jumino. Di puncak pulau ini terdapat Gardu Pantau atau Balai Bengong yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk memandang "sunset" atau matahari tenggelam yang sangat luar biasa indahnya, tak heran jika banyak wisatawan yang berkunjung ketempat ini ingin bersantai lebih lama untuk menikmati indahnya alam ciptaan yang Maha Kuasa.
Lokasi pantai ini persis di sebelah pantai Baron, tepatnya 1 km disebelah pantai Baron, sehingga akses jalan menuju lokasi ini sama dengan arah menuju pantai baron, hingga menjumpai papan petunjuk ke jalan kecil menuju lokasi tersebut. Dari Yogyakarta anda menuju ke Wonosari, bisa ambil arah jalan Imogiri, ikuti terus jalan imogiri hingga desa Panggang, lanjutkan ikuti jalan Paliyan Panggang hinga melewati SMPN 1 Saptosari kemudian ambil arah ke jalan Pantai Selatan Jawa, ikuti terus jalan tersebut dan ikuti petunjuk arah ke Pantai Baron, setelah itu ikuti petunjuk arah ke pantai Kukup.


Area parkir yang sangat luas dan bersih dengan biaya parkir mobil sebesar Rp.5,000.-, serta fasilitas umum yang lengkap membuat wisatawan sangat nyaman dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp.4,000.- per orang. Dari area parkir anda masih harus berjalan kaki sekitar 300 meter melewati jajaran warung dan toko cindera mata sebelum anda dapat menemukan pantai tersebut. Berbeda dengan pantai2 yang lain, di lokasi ini sudah dikelola dengan sangat baik sehingga jajaran toko, warung dan para penjaja oleh2 berderet rapih dan sangat bersih dibawah rerimbunan pohon waru dan pohon peneduh lainnya menimbulkan kesan romantis dan nyaman dengan semilir angin pantai yang menyejukkan sangat cocok untuk duduk2 bersantai sambil menunggu "sunset" atau matahari terbenam. Jika anda ingin berrenang atau bermain air di pantai ini, sebaiknya hati2 karena masih banyak bulu babi dan landak laut yang dapat menyengat anda.



Di sebelah barat pantai Kukup terdapat tebing yang sangat eksotis, apalagi bila menginjak sore hari pada saat matahari tenggelam. Tebing ini mempunyai beberapa goa karang yang sering dipakai bermain oleh para wisatawan dan tempat berteduh dari teriknya sinar matahari. Beberapa dari goa tersebut didalamnya masih terdapat biota laut dan ikan kecil yang berwarna warni.


Manjakan mata anda di pantai Kukup.....!!