Selasa, 01 September 2015

Pantai Laguna Helau - pantai di Lampung yang terabaikan


Laguna Helau adalah sebuah pantai di kota Kalianda kabupaten Lampung Selatan. Berjaraknya sekitar 65 km dari Bandar Lampung atau sekitar 24 km dari Pelabuhan Bakauheni. Pantai ini menghadap langsung ke Gunung Rajabasa yang menjulang kebiruan di alasi ombak kecil bersahabat, menjadikan pantai ini indah. 

Gugusan batu karang dan bebatuan tanggul penahan abrasi yang terletak di ujung pantai, disitulah spot terindah untuk berfoto. Begitu eloknya pantai ini siapapun pasti ingin mencicipi dinginnya air dan riak ombaknya, namun saya sarankan sebaiknya tidak mandi di pantai ini, andaipun tetap ingin mandi sebaiknya jangan terlalu jauh dari bibir pantai karena pantai ini memiliki palung begitu menjauh dari bibir pantai.

Pada waktu saya tiba di tempat ini cuaca sedang hujan gerimis dan udaranya sangat dingin berkabut hingga mencapai 10 derajad celcius, alhasil saya hanya bisa berfoto-foto saja karena airnya terlalu dingin.

Biaya tiket masuk ke pantai yang memiliki fasilitas penginapan berupa cottage kayu bergaya rumah panggung khas perkampungan Sumatera ini sebesar Rp.10.000/orang namun sangat disayangkan fasilitas tersebut sudah agak rusak karena tidak terawat. Jalanan yang sangat rusak dan akses menuju ke pantai ini yang tidak terawat menjadikan pantai yang indah ini sepi pengunjung bahkan terabaikan.
Lokasi ini mempunyai fasilitas sebuah Cottage yang berharga sewa permalam Rp.800.000 untuk 4 kamar, Rp.400.000 untuk 2 kamar, dan Rp.300.000.- (beach view) untuk 1 kamar, atau Rp.250.000.- (pond view) untuk 1 kamar. Selain itu disini juga terdapat bar dan kedai yg memang sederhana. Kamar-kamar dan fasilitasnya tidak terawat dengan baik, mungkin jarang ada pengunjung sehingga terkesan agak kotor dan lapuk.

Untuk mencapai Laguna Helau Resort, saya dari arah Bakauheni dengan menggunakan kendaraan pribadi langsung ke arah kota Kalianda, hingga sampai di pertigaan kota yang membelah arah ke dalam kota dengan jalan lintas Sumatera, berbeloklah ke kiri memasuki jalan 2 jalur. Sekitar 2 km setelah melewati Kantor Bupati Lampung Selatan, di sebelah kanan jalan terdapat pangkalan ojek dan plang penunjuk arah menuju Laguna Helau Resort. Kira-kira 6 km dari pangkalan ojek dengan menyusuri jalan berpasir yang memanjang di tepi pantai saya menemukan pintu gerbang Laguna Helau Resort.

Jika menggunakan angkutan umum, dari Bakauheni anda naik bus jurusan Bakauheni – Rajabasa dan turun di pertigaan Kota Kalianda dengan ongkos bus ekonomi sekitar Rp.5000.-. Dari pertigaan tersebut anda bisa naik ojek yang mangkal di pertigaan tersebut sampai ke lokasi Laguna Helau Resort dengan ongkos sekitar Rp.15.000-Rp.20.000. Dari pertigaan, sebenarnya anda juga bisa naik angkot dengan tarif Rp.3000.- sampai di pangkalan ojek menuju Laguna Helau Resort tapi jarang lewat karena angkotnya sedikit. Dari pangkalan ojek itu anda tinggal naik ojek ke Laguna Helau Resort dengan ongkos Rp.10.000-Rp.15.000.- .

Jika dari Bandar Lampung, kalo naik kendaraan pribadi tinggal menuju ke arah Bakauheni dan sesampainya di pertigaan kota dengan jalan lintas Sumatera silahkan berbelok ke kanan hingga sampai di pertigaan kota Kalianda, selanjutnya  silakan ikutin petunjuk di atas. Jika anda menggunakan kendaraan umum, naik bus jurusan Rajabasa-Bakauheni dan turun di pertigaan kota Kalianda dengan ongkos bus ekonomi sekitar Rp.15000.-, dan selanjutnya silahkan ikuti petunjuk seperti diatas.




Selasa, 25 Agustus 2015

Green Canyon Full Body Rafting


Jika anda penggemar wisata adventure rugi rasanya kalau belum mengunjungi tempat wisata yang satu ini. Alur sungai Cijulang dengan tebing dan bebatuan indah terletak di desa Kertayasa, kota Ciamis, inilah Green Canyon...!!
Saya sering mendengar mengenai Green Canyon yang bernama asli Cukang Taneuh ini. Katanya keindahan Green Canyon sangat spektakuler dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata bahkan jauh lebih indah dari Grand Canyon yang berada di amerika serikat sekalipun....!!. Rasa penasaran saya akan tempat ini sangat besar terlebih lagi setelah saya mencoba googling maka rasa penasaran itu bertambah berkali-kali lipat. Tekad manthab dengan beberapa family saya meluncur ke Pangandaran untuk menyaksikan keindahan Green Canyon yang sangat saya impikan.
Kami berangkat pukul 07.00 pagi dari Jakarta menuju Pangandaran dengan kendaraan pribadi yang melaju tidak terlalu cepat dan beberapa kali berhenti untuk menikmati kuliner. Setibanya di hotel sekitar pukul 16.00 kami langsung menemui agen jasa wisata alam untuk mengkonfirmasi pesanan wisata body rafting yang sudah kami pesan melalui online beberapa hari sebelumnya. Untuk informasi anda bahwa agen wisata alam di Pangandaran sangatlah banyak sehingga tidak perlu khawatir karena bisa langsung memesan ditempat.
Ada bermacam-macam paket wisata yang mereka tawarkan, dari mulai full body rafting, semi body rafting, river tubing (perahu atau ban) dan lain-lain. Informasi lebih lengkapnya anda bisa klik di info@greencanyon.com


Kali ini kami mengambil paket Green Canyon full body rafting dengan harga paket Rp.250,000 per orang sudah termasuk peralatan dan makan siang. Adalah sebuah wisata adventure menyusuri sungai Cijulang sepanjang 5.5km selama 5.5 jam dengan berenang dan jalan kaki atau kadang hanya mengapung saja mengikuti arus air melintasi bebatuan raksasa diantara tebing-tebing indah dibawah rerimbunan hijaunya pohon khas Indonesia yang teduh dengan angin semilir sejuk menambah indahnya pemandangan, maka dari itulah tempat ini disebut Green Canyon...!!
Dermaga 1
Start dari pos area Green Canyon kami diantar ke Dermaga 1 yang terletak diatas bukit dengan menggunakan mobil bak terbuka kemudian berjalan kaki menuruni bukit sepanjang 500m. Setelah tiba di tebing tepi sungai disitulah petualangan indah dimulai. Tiap grup yang terdiri dari 5 orang akan ditemani oleh satu orang pemandu dan satu orang personil rescue/penyelamat. Saking indahnya pemandangan yang kami lalui sepanjang perjalanan maka tidak terasa kami sudah menghabiskan waktu 5 jam untuk berpetualang. Bagi anda yang tidak bisa berenang atau takut dengan perjalanan yang melelahkan maka anda bisa mengambil paket semi body rafting atau river tubing maka anda akan diantar dengan perahu motor menuju ke tempat ini.


Route perjalanan yang harus ditempuh menuju Green Canyon:

Dari JAKARTA dan BANDUNG,

Anda bisa mengikuti Rute Arah ke Jawa Tengah dengan melalui Kota Tasik-Ciamis, Green Canyon.

Dari JAWA TIMUR dan JAWA TENGAH,

Untuk JAWA TIMUR anda dapat menuju Arah JAWA TENGAH terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti jalur Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar- Pangandaran-Ciamis-Green Canyon.

Perlu diketahui bahwa di lokasi ini Green Canyon tidak terdapat ATM untuk itu anda harus menyiapkan uang cash yang cukup untuk keperluan selama berwisata.

Selamat berlibur....




Rabu, 19 Agustus 2015

Pantai Batu Karas - Pangandaran, Jawa Barat

Salah satu pantai indah di teluk Pangandaran terletak di desa Batukaras, Cijulang.
Inilah Pantai Batu Karas...!!
Pantainya tidak terlalu luas tapi bersih, landai dan indah dengan pasir putihnya yang menghampar menyongsong laut biru dengan ombak yang bersahabat. Pantai ini berlatar belakang bukit cadas yang membentang sepanjang pantai dengan beberapa karang bolong di sisinya. Di ujung sebelah kanan terdapat batu cadas yang terkikis ombak sehingga membentuk pinggang eksotis pada batu tersebut. Sangat indah sebagai spot berfoto.
Karena pengunjungnya tidak terlalu ramai seperti pantai-pantai lain di Pangandaran maka saya dan keluarga sangat menikmati liburan di pantai ini hingga matahari terbenam. Saya sempat mengambil foto saat matahari akan tenggelam di ufuk barat dengan kamera hand phone seadanya, ternyata hasilnya luar biasa indahnya karena memang alamnya yang indah

Selain berenang kami juga berperahu, naik banana boat, donat UFO, berkemah dan berselancar. Memang pantai ini merupakan salah satu tujuan wisata bagi para peselancar. Di Pantai Batu Karas ini banyak ditemui peselancar lokal yang bertelanjang dada, celana hawai dan berkulit keling. Hampir semua peselancar lokal ini membuka surfing coach atau bimbingan berselancar dan mereka memiliki toko peralatan berselancar sehingga saya tidak perlu kerepotan karena dapat menyewa atau membeli peralatan berselancar disini dengan harga terjangkau. Selain aktifitas tersebut anda juga dapat bersnorkling dengan biaya Rp.1,500,000/perahu sehari termasuk ongkos menyewa perahu dan perlatan.

Kami menginap disebuah hotel yang menghadap ke pantai sehingga lebih leluasa untuk bermain ditepi pantai kapan saja. Akomodasi lain juga tersedia untuk Anda. Ada pondok wisata yang dikelola oleh Pemda setempat dilengkapi dengan arena bermain dan rumah ibadah, ada homestay dan hotel-hotel, cottage atau  villa di sekeliling Pangandaran baik di pantai barat atau timur, maupun di tengah kota dengan tarip harga kamar bervariasi dari Rp.200,00 hingga Rp.2,500,000 per malam.
Mengenai kuliner tak perlu dipertanyakan karena disini surganya seafood yang fresh dan nikmat namun demikian banyak juga makanan-makanan lain seperti sate & gule ataupun makanan eropa yang tak kalah nikmatnya. 

Tidak sulit untuk menemukan pantai ini, cukup dengan menyewa perahu motor berkapasitas 6 orang seharga Rp.80,000.- yang banyak ditawarkan oleh para nelayan di pesisir pantai pasir putih saya dan keluarga diantar mengelilingi dan singgah di pantai-pantai indah termasuk pantai Batu Karas.

Jika anda menggunakan kendaraan pribadi:

1. Dari Tasikmalaya:
  • Tasik>Cibeureum>Manonjaya>Cisaga-Banjar>Banjarsari>Padaherang>Kalipucang>Pangandaran> Parigi>Cijulang>Pantai Batu Karas
2. Dari Bandung:
  • Toll Purbalenyi exit Cilenyi>Rancaengkek>Bypass Parakanmuncang>Nagreg>Limbangan>Malang bong>Ciawi> Jamanis>Flyover Rajapolah>Cihaurbeuti>Sindangkasih>Cikoneng>Ciamis>Cijeung jing>Banjar>Banjarsari>Padaherang>Kalipucang>Pangandaran> Parigi>Cijulang>Pantai Batu Karas
3. Dari Jakarta:
  • Toll Cikampek>Toll Purbalenyi exit Cilenyi>>Rancaengkek>Bypass Parakanmuncang>Nagreg> Limbangan>Malangbong>Ciawi>Jamanis>Flyover Rajapolah>Cihaurbeuti>Sindangkasih>Cikoneng> Ciamis>Cijeungjing>Banjar>Banjarsari>Padaherang>Kalipucang>Pangandaran>Parigi>Cijulang>Pantai Batu Karas
 4. Darai Cirebon:
  • Cirebon>Cilimus>Kuningan>Darma>Cikijing>Panawangan>Kawali>Ciamis>Cijeungjing>Banjar> Banjarsari>Padaherang>Kalipucang>Pangandaran> Parigi>Cijulang>Pantai Batu Karas
5. Dari Yogyakarta:
  • Yogya>Wates>Purworejo>Kutoarjo>Kebumen>Gombong>Wangon>Karangpucung>Majenang> Banjar>Banjarsari>Padaherang>Kalipucang>Pangandaran> Parigi>Cijulang>Pantai Batu Karas
Jika menggunakan kendaraan umum:

1. Dari Bandung:
  • Dari terminal Cicahem naik bus Budiman jurusan Bangung-Pengandaran turun di terminal Pangandaran
  • Dari terminal Pangandaran naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas
2. Dari Jakarta:
  • Dari terminal Kalideres naik bus Merdeka jurusan Kalideres-Pangandaran; jika dari terminal Kampung Rambutan naik bus Gapuraning Rahayu atau Merdeka jurusan Kp.Rambutan/Pangandaran turun di terminal Pangandaran
  • Dari terminal Pangandaran naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas
 3. Dari Bekasi:
  • Dari terminal Bekasi naik bus Budiman jurusan Bekasi-Pangandaran turun di terminal Pangandaran
  • Dari terminal Pangandaran naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas
4. Dari Depok:
  • Dari terminal Depok naik bus Budiman jurusan Depok-Pangandaran turun di terminal Pangandaran
  • Dari terminal Pangandaran naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas
5. Dari Tangerang:
  • Dari terminal Tangerang naik bus Budiman jurusan Tangerang-Pangandaran turun di terminal Pangandaran
  • Dari terminal Pangandaran naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas
6. Dari Cirebon:
  • Dari terminal Harjamukti naik bus jurusan Cirebon-Tasik turun di terminal Ciamis
  • Dari terminal Ciamis naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas
7. Dari Yogyakarta:
  • Dari terminal Giwangan naik bus Budiman jurusan Yogya-Tasik turun di terminal Banjar
  • Dari terminal Banjar naik bus jurusan Tasik-Pangandaran-Cijulang turun di terminal Cijulang
  • Dari terminal Cijulang naik ojek sampai ke Pantai Batu Karas

Adapun tarip biaya masuk di pantai Batu Karas adalah sebagai berikut:
    a. Pejalan Kaki Rp. 1.500/orang
    b. Sepeda Motor Rp. 4,000
    c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan/minibus Rp. 20,000
    d. Kendaraan Penumpang Besar Rp.25,000
    e. BUS Kecil Rp. 30,000,-
    f. BUS Sedang Rp. 50,000
    g. BUS Besar Rp. 80.000,-

Selamat Berlibur.........


Jumat, 10 Juli 2015

Highland Park - Bogor, Kemah ala Mongolia

Pada waktu itu hari Sabtu pagi saya benar-benar iseng tanpa ada kegiatan atau tugas yang harus diselesaikan, maka saya putuskan untuk jalan-jalan ke Bogor saja karena selain dekat dari Jakarta juga udaranya sejuk atau paling tidak saya bisa wisata kuliner. Sepanjang perjalanan di toll jagorawi saya mencoba browsing untuk mencari tempat wisata yang agak beda dari biasanya. Akhirnya saya menemukan sebuah tempat yang begitu menarik dan benar-benar berbeda. Inilah Highland Park Resort Bogor.

Adalah sebuah resort beralamatkan di Jalan Raya Ciapus Curug Nangka, Bogor yang mempunyai konsep penginapan dengan tenda seperti bangsa Mongolia. Cukup unik bukan..? 
Saya sangat tertarik untuk berkunjung kesana supaya dapat membuktikan seperti apa penginapan dengan tenda Mongolia itu.
Sesampainya di lokasi saya melihat tenda-tenda bulat kokoh berjajar rapi dengan latar belakang gunung Salak, baguuus sekali.....!! Tanpa pikir panjang saya langsung bergegas ke Lobby. Setelah selesai melakukan registrasi, saya lalu diantar ke tenda dengan kendaraan yang biasa dipakai pada permainan golf karena jarak antara Lobby dengan tenda cukup jauh.

Ruang lobby terletak di sebuah bangunan yang menjadi satu dengan restoran tak jauh dari area parkir. Jika anda memasuki restoran ini maka selain disuguhi dengan menu yang enak juga disuguhi pemandangan yang cantik sekali. Tepat dibelakang restoran terdapat sebuah waterboom dilengkapi dengan arena bermain anak-anak, flying fox dan fasilitas lainnya dengan latar belakang sebuah gunung yang eksotis membuat mata saya jarang berkedip untuk menyaksikan keindahan ini.

Ketika memasuki tenda saya sedikit kaget melihat fasilitas didalamnya. Ruang tidur yang nyaman seperti di hotel bintang lima, dengan tempat tidur spring bed tebal dan kursi sofa besar menghiasi ruangan disamping ruang rias dan kamar mandi yang serba Lux. Benar-benar jauh dari bayangan saya akan sebuah tenda. Selagi saya rebahan di sofa, saya melihat sebuah AC terpasang di atas jendela, hm... mengapa harus ada AC..? Ternyata benar, di tempat ini udara kurang begitu dingin, hanya sebatas sejuk saja bahkan cenderung panas jika siang hari.

Jika Anda dan keluarga ingin tempat yang berkonsep unik sambil beristirahat di daerah Taman sari Bogor, silakan kunjungi tempat ini. Peta dibawah ini akan membimbing anda ketempat tujuan.






Selasa, 07 Juli 2015

Jadul Village - Lembang, Bandung

Waku liburan panjang tiba saya sedikit bingung mau pergi kemana. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Lembang saja iseng-iseng sambil mencari tempat siapa tau masih ada penginapan yang tersedia. Naik turun bukit menyusuri jalan sersan Bajuri sepanjang pegunungan Cihideung, tiba-tiba mata saya melihat sebuah papan petunjuk yang bertuliskan "Jadul Village" maka rasa penasaran ini tak bisa dicegah lalu saya ikuti terus petunjuk arah tersebut hingga sampai ke sebuah resort bernuansa alam pedesaan khas jawa yang eksotis, sejuk, teduh dan tertata sangat apik, baik landscape maupun bangunannya mengingatkan saya pada masa kecil di kampung dulu. 

Inilah Jadul Village Resort yang kini berganti nama menjadi Adarapura Resort & Spa berlokasi di desa Parompong, jalan Terusan Sersan Bajuri no. 45, Bandung. Untuk membantu anda maka saya sampaikan denah menuju ke resort ini.

Bangunan front office berbentuk joglo yang sangat artistik dan berkesan sejuk dengan lapangan hijau membentang dibelakangnya dan kolam ikan koi sebagai alas dibawah lantainya serta diiringi alunan gamelan jawa sayup-sayup terdengar sungguh mempesona dan membuat suasana hati menjadi tenang dan jauh dari kesibukan atau problem sehari-hari. 


Saya segera beranjak menuju meja informasi ingin menanyakan ketersediaan tempat atau kamar ataupun hanya ruang terbuka untuk sekedar bersantai saja. 
Ternyata ada 21 macam hunian yang disewakan di tempat ini yang terdiri dari berbagai tipe antara lain 12 kamar Gebyok, 4 Joglo Duluxe, 2 Joglo Grand Duluxe dan 3 Limasan. Setiap tipe mempunyai interior & exterior yang berbeda dan memiliki keunikan masing-masing dengan nuansa khas jawa kuno. Hijaunya pepohonan, aroma wewangian bunga-bunga alami dari kebun bunga yang mengelilingi kamar, bunyi gemericik air sungai dan bahkan terdapat beberapa burung perkutut menghiasi teras depan kamar menjadikan tempat ini benar-benar seperti di sebuah desa di jawa pada jaman kakek saya. 
Menghela nafas panjang penuh kekecewaan ketika petugas resort menginformasikan bahwa semua villa sudah terisi dan tida ada yang tersisa satu pun.Untuk mengobati kekecewaan maka saya memutuskan untuk mengambil paket Spa bertempat disebuah gubug joglo mungil, sejuk, indah dan nyaman sekali untuk beristirahat, selonjoran sambil dipijat lulur.
Selesai pijat lulur dan sempat ketiduran, apalagi yang menggangguku selain perut keroncongan. Saya langsung menuju restoran yang tak kalah artistiknya dengan kamar-kamar yang ada untuk memesan beberapa menu makanan kuno-kuno yang mungkin sudah lama saya tidak mencicipi makanan tersebut. Menyantap makanan disebuah tempat indah, sejuk, rimbun dengan pemandangan pegunungan merupakan impian banyak orang perkotaan untuk melepas kesibukan sehari-hari.

Sekalipun saya gagal untuk menginap di tempat ini tapi paling tidak sudah menikmati suasana indah sejuk dan nyaman dari sebuah resort yang bisa membawa khayalan saya ke masa kecil dulu.





Jumat, 03 Juli 2015

Pulau Kelagian - Lampung Selatan

Satu lagi pesona alam Lampung Selatan yang tak kalah indahnya dengan pulau-pulau lain disepanjang perairan Lampung. Ini dia Pulau Kelagian.....!!!

Pulau Kelagian yang berpasir putih lembut dan bersih ini merupakan salah satu dari pulau-pulau kecil lainnya di Lampung Selatan seperti pulau Pahawang, Pulau Tangkil, Pulau Tanjung Putus, Pulau Condong, Pulau Tegal dan lainya. Karena pulau-pulau kecil ini saling berdekatan maka saya tak mau membuang waktu, jadi saya singgahi satu per satu pulau kecil tersebut dengan menyewa sebuah perahu motor berkapasitas sepuluh orang seharga Rp.550,000. Di pulau kecil ini terdapat fasilitas standard seperti toilet, tempat bilas, dan warung.

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di pulau ini selain bersantai dan bermain air atau berenang yaitu Banana boat, flying donat dan bermain cano menyusuri pantai atau snorkling dimana kedalaman lautnya hanya sekitar 1 meter sehingga bagi anda yang tidak bisa berenang pun pasti bisa malakukannya. Dengan harga tiket masing-masing kegiatan sebesar Rp.25,000/orang sudah termasuk sewa perlengkapan safety seperti pelampung dll. rasanya cukup seimbang dengan keindahan alam dan aktifitas yang saya dapatkan.

Untuk mencapai lokasi ini saya menggunakan kendaraan pribadi dari Bandar Lampung menuju pelabuhan atau dermaga Ketapang, dari sini saya menyewa perahu motor untuk mengelilingi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Bagi anda yang menggunakan kendaraan umum dapat menumpang bus dari Bakauheni atau Bandar Lampung menuju Rajabasa, kemudian menyewa angkot dari Rajabasa ke dermaga Ketapang.

Liburan saya jadi lebih mengesankan dengan aktifitas dan keindahan alam yang tak terlupakan.



Rabu, 01 Juli 2015

Pulau Pahawang, Indahnya pesona alam Lampung Selatan


Pulau kecil nan indah, bersih dan tidak terlalu ramai pengunjung memang sangat menyenangkan untuk berlibur apalagi jika airnya sangat jernih dan bening membuat mata kita seolah melihat surga dibawah laut. Ya... inilah Pulau Pahawang...!!!



Pulau Pahawang terletak di kecamatan Punduh Padada, kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan sejajar dengan pulau-pulau kecil lainnya yang berserakan bagaikan tebaran mutiara di Selat Sunda. Pulau mungil ini menyimpan keindahan alam yang luar biasa, terutama keindahan taman bawah lautnya yang bisa disaksikan dengan mata telanjang dari atas perahu. 

Bagi anda penggemar ataupun pemula olah raga snorkling atau diving disinilah tempatnya. Tidak perlu menyelam begitu dalam untuk mendapatkan pemandangan bawah laut yang indah. Warna warni terumbu karang dan aneka jenis ikan menghiasi taman bawah lautnya. Bahkan di pulau Pahawang kecil terdapat jembatan alami yang menghubungkan pulau Pahawang dengan Tanjung Putus. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para wisatawan namun tempat ini hanya dapat terlihat saat air laut surut karena saat air laut pasang, tempat ini akan terendam air.
Saya sempat melakukan snorkling dari Pahawang besar hingga kecil dengan kedalamannya lautnya hanya sebatas pinggang orang dewasa. Beberapa kali kaki saya nyangkut di jajaran terumbu karang, untungnya saya memakai sepatu karet sehingga tidak melukai telapak kaki. Setelah saya melihat beberapa ekor ikan warna warni maka saya iseng untuk menebar remahan kue atau crackers dan wow..... saya diserbu ikan hias cantik-cantik sekali....!!!!

Untuk mencapai pulau ini dari pelabuhan Bakauheni perjalanan menuju Bandarlampung, lanjut ke dermaga ketapang di kecamatan Padang Cermin, kab. Pasawaran. Dari dermaga Ketapang bisa sewa perahu boat untuk keliling pulau-pulau di sekitar seperti Pulau Kelagian, pulau Pahawang bahkan sampai ke Tanjung Putus dengan harga sewa perahu sekitar Rp.450,000/trip berkapasitas 10 orang (biasanya keliling 4 pulau)

Selamat Berlibur......